Penyuluhan Bahaya Penggunaan Boraks Pada Makanan di SMP Gelora Depok
DOI:
https://doi.org/10.70608/3h6f9t60Keywords:
Gizi Seimbang, Pengabdian Masyarakat, Edukasi Kesehatan, Pola Makan, KAPAbstract
Penyalahgunaan boraks pada jajanan sekolah masih menjadi ancaman keamanan pangan karena bahan ini bersifat toksik dan dilarang digunakan dalam makanan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi risiko siswa mengenai bahaya boraks, alasan pelarangannya, dampak kesehatan, serta kemampuan mengenali ciri pangan yang patut dicurigai. Edukasi dilaksanakan pada 18 Oktober 2023 di SMP Gelora Depok kepada siswa kelas VII melalui metode ceramah interaktif berbasis PowerPoint, diskusi, dan evaluasi menggunakan kuesioner berisi 10 pertanyaan. Hasil menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung. Evaluasi kuesioner menunjukkan rata-rata tingkat pemahaman sebesar 65%, dengan capaian sangat tinggi (100%) pada aspek dampak kesehatan, fungsi boraks dalam industri, dan pentingnya edukasi keamanan pangan. Namun, beberapa aspek seperti alasan pelarangan boraks dan persepsi keamanan dalam jumlah kecil masih memerlukan penguatan. Secara keseluruhan, pendekatan visual dan interaktif efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya boraks pada makanan. Ke depan, diperlukan penguatan materi secara berkelanjutan dan integrasi edukasi keamanan pangan dalam kegiatan sekolah agar siswa mampu menerapkan perilaku konsumsi yang lebih kritis dan aman.
Downloads
References
[1] I. T. El Haque, Penguatan Perlindungan Hukum Bagi Kesehatan Anak Sekolah Terhadap Pangan Jajanan Sehat Berkeadilan. Penerbit Adab.
[2] J. M. Azra, Bahaya Keamanan Pangan. Penerbit NEM, 2023.
[3] J. Wahyudi, “Mengenali bahan tambahan pangan berbahaya: Ulasan,” J. Litbang Media Inf. Penelitian, Pengemb. Dan IPTEK, vol. 13, no. 1, pp. 3–12, 2017.
[4] A. U. Dhani and S. Pt, Manajemen Mutu Pangan. Dira Media Kreasindo, 2026.
[5] Y. P. I. Lestari, A. S. Khayyira, and A. A. Setiawan, “Analisis Kritis Metode Kualitatif untuk Deteksi Boraks dalam Produk Pangan dan Jajanan di Indonesia,” J. Penelit. Inov., vol. 5, no. 3, pp. 2341–2354, 2025.
[6] M. Kashuri, “Natural Medicine For Natural Defence,” 2024.
[7] S. Sutarni, R. G. Malueka, A. Gofir, and A. S. Panggabean, Neurotoksikologi Klinis. UGM PRESS, 2024.
[8] N. Hadrup, M. Frederiksen, and A. K. Sharma, “Toxicity of boric acid, borax and other boron containing compounds: A review,” Regul. Toxicol. Pharmacol., vol. 121, p. 104873, 2021.
[9] M. K. Siregar, N. K. S. Pane, U. H. Almadany, and E. Sujoko, “Manajemen Edukasi Keperawatan untuk Pencegahan Konsumsi Jajanan Berisiko pada Anak Sekolah Dasar,” J. Pengabdi. Masy. Aufa, vol. 7, no. 1, 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aviena Moudinia, Imelda Sofiyanti, Alhara Yuwanda (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


