Bahaya Mengkonsumsi MSG Secara Berlebih Bagi Kesehatan

Authors

  • Jelly Evan Kogoya Kalisang Author
  • Najwa Khayrani Putri Author
  • Uli Sebrina Author
  • Rayhan Akbar Author
  • Rina Adriani Author
  • Nopratilova Nopratilova Author

DOI:

https://doi.org/10.70608/mznpgd20

Keywords:

Monosodium Glutamate, Edukasi Masyarakat, Penyuluhan Kesehatan, Pola Konsumsi, Keamanan Pangan

Abstract

Perkembangan teknologi pangan telah meningkatkan konsumsi makanan olahan yang mengandung bahan tambahan pangan, termasuk monosodium glutamat (MSG), sehingga diperlukan pemahaman yang tepat mengenai penggunaannya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, tentang risiko konsumsi MSG secara berlebihan serta pentingnya penggunaan sesuai batas aman. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada Oktober 2023 di Kp. Babakan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, melalui metode sosialisasi dan penyuluhan menggunakan media video edukatif dengan bahasa sederhana dan contoh kontekstual. Evaluasi dilakukan menggunakan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan mayoritas peserta mampu mengidentifikasi efek samping konsumsi MSG berlebih seperti sakit kepala, palpitasi, dan reaksi sensitivitas (81–100%), serta memahami bahwa MSG aman dalam batas konsumsi normal namun berisiko jika digunakan secara tidak terkontrol (90,5%). Secara keseluruhan, edukasi ini efektif meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan MSG yang aman dan bertanggung jawab. Ke depan, diperlukan edukasi lanjutan dan pendampingan berkelanjutan untuk memperkuat pemahaman tentang batas aman konsumsi serta mendorong perubahan perilaku memasak yang lebih sehat demi menjaga kesehatan keluarga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Y. W. Saputri, S. Rhodinia, and B. Setiawan, “Dampak globalisasi terhadap perubahan gaya hidup di Indonesia,” Maximal J. J. Ilm. Bid. Sos. Ekon. Budaya dan Pendidik., vol. 1, no. 5, pp. 208–217, 2024.

[2] S. T. Millenia, “Kontribusi Produk Penyedap Makanan Bagi Ketahanan Pangan Dan Pengurangan Kesenjangan Sosial-Ekonomi Di Era SDGs,” J. Ekon. Manajemen, Bisnis dan Akunt., vol. 1, no. 1, pp. 28–35, 2025.

[3] D. L. Rochmah and E. T. Utami, “Dampak mengkonsumsi monosodium glutamat (msg) dalam perkembangan otak anak,” J. Kesehat. Masy., vol. 10, no. 2, pp. 163–166, 2022.

[4] W. Rizkaprilisa, S. A. P. Bumi, and L. F. Sari, “Edukasi Konsumsi Makanan dengan Tambahan Monosodium Glutamat (MSG) Sehat Ala Gen-Z,” Empower. J. Pengabdi. Masy., vol. 7, no. 03, pp. 348–356, 2024.

[5] N. F. Sya’baniah and I. Amelia, “‘ Outreach on the Negative Effects of Excessive MSG (Monosodium Glutamate): Towards a Healthy Lifestyle Without Harmful Flavor Enhancers’: Sosialisasi Efek Negatif MSG (Monosodium Glutamat) berlebihan: Menuju Gaya Hidup Sehat tanpa Penyedap Berbahaya,” J. Abdimas Mandiri, vol. 8, no. 3, pp. 308–313, 2024.

[6] C. A. W. Goni, F. N. I. Sari, E. A. Prasysta, and R. N. Prasetya, “Hubungan Pengetahuan dan Sikap Penggunaan Bumbu Penyedap (MSG) Dalam Konsumsi Makanan Sehari-Hari Mahasiswa Tata Boga Universitas Negeri Surabaya,” Dewantara J. Pendidik. Sos. Hum., vol. 2, no. 2, pp. 269–277, 2023.

Downloads

Published

30-12-2025

How to Cite

[1]
“Bahaya Mengkonsumsi MSG Secara Berlebih Bagi Kesehatan”, j. andara pengabdi. kpd. masy., vol. 2, no. 2, pp. 5–8, Dec. 2025, doi: 10.70608/mznpgd20.