Inovasi Wadah Berjalan untuk Optimalisasi Produksi Tahu di Desa Puyoh

Authors

  • Qomaruddin Qomaruddin Author
  • Slamet Khoeron Author
  • Hera Setiawan Author
  • Sigit Arrohman Author

DOI:

https://doi.org/10.70608/58n5qv56

Keywords:

Produksi Tahu, Teknologi Tepat Guna, Wadah Berjalan, Pemberdayaan UMKM

Abstract

Desa Puyoh (juga disebut "Puyuh" dalam dokumen administratif), Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, merupakan sentra produksi tahu skala mikro dan kecil yang masih mengandalkan pemindahan kedelai pasca-pemasakan secara manual. Proses ini mengurangi efisiensi, meningkatkan risiko kecelakaan kerja, dan membatasi kapasitas produksi. Program pengabdian ini memperkenalkan Alat Bantu Wadah Berjalan (ABWB), yaitu alat pemindah kedelai panas berbasis roda dan tahan suhu tinggi. Kegiatan meliputi: (i) survei kebutuhan dan co-design bersama mitra, (ii) fabrikasi dan uji laboratorium, (iii) implementasi lapangan, (iv) pelatihan penggunaan dan perawatan, serta (v) pendampingan manajemen usaha dan digitalisasi pemasaran. Hasil awal menunjukkan pengurangan waktu transfer kedelai hingga dua kali lebih cepat dan potensi peningkatan produksi harian sebesar ~30%. Namun, angka ini masih memerlukan validasi data operasional jangka panjang. Selain itu, terbentuk forum dukungan berkelanjutan antara pengrajin dan kampus. Intervensi ini membuktikan bahwa mekanisasi sederhana yang dikombinasikan dengan pelatihan terpadu mampu meningkatkan produktivitas, keselamatan kerja, dan akses pasar UMKM pangan desa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

D. N. Midayanto dan S. S. Yuwono, “Penentuan atribut mutu tekstur tahu untuk direkomendasikan sebagai syarat tambahan dalam Standar Nasional Indonesia,” Pangan dan Agroindustri, vol. 2, no. 4, pp. 259–267, 2014.

[2] R. Fitriana, W. Kurniawan, dan J. G. Siregar, “Pengendalian kualitas pangan dengan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada proses produksi dodol Betawi (Studi kasus UKM MC),” J. Teknol. Ind. Pertanian, vol. 30, no. 1, pp. 110–127, 2020, doi: 10.24961/j.tek.ind.pert.2020.30.1.110.

[3] E. Adril, F. Asmed, Fardinal, dan Y. S. Anggraini, “Perancangan mesin press tahu sistem pneumatik dengan kapasitas 50 kg,” J. Teknik Mesin, vol. 12, no. 2, pp. 130–133, 2021.

[4] A. Ramdani, M. Satori, dan N. R. As’ad, “Perbaikan kualitas pada produk pembuatan tas backpack menggunakan metode SQC dan FMEA,” Prosiding Teknik Industri, pp. 9–17, 2020.

[5] M. F. Afandi, D. Andesta, dan Y. P. Negoro, “Upaya perbaikan kualitas pada proses pengemasan kedelai di PT Sari Agrotama Persada Gresik menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis,” Serambi Engineering, vol. 7, no. 3, pp. 3674–3684, 2022.

[6] T. Pyzdek, Quality Engineering Handbook, 2nd ed., P. A. Keller, Ed. New York: Marcel Dekker, 2003.

[7] Tarwaka, S. Bakri, dan L. Sudiajeng, Ergonomi untuk keselamatan, kesehatan kerja dan produktivitas. Surakarta: Unisba Press, 2004.

[8] T. S. Mastuti, D. Fardiaz, dan D. N. Faridah, “Profil senyawa polar tiga jenis minyak goreng selama penggorengan tahu dan tempe,” J. Teknol. dan Ind. Pangan, vol. 30, no. 1, pp. 1–10, 2019, doi: 10.6066/jtip.2019.30.1.1.

Downloads

Published

30-06-2025

How to Cite

[1]
“Inovasi Wadah Berjalan untuk Optimalisasi Produksi Tahu di Desa Puyoh”, j. andara pengabdi. kpd. masy., vol. 2, no. 1, pp. 5–11, Jun. 2025, doi: 10.70608/58n5qv56.