Efektivitas Edukasi Interaktif dalam Meningkatkan Kesadaran Siswa Sekolah Dasar tentang Bahaya Konsumsi Makanan Tinggi Lemak

Authors

  • Rayhan Akbar Author
  • Ahda Sabila Author
  • Aziz Kurniawan Putrandani Author
  • Fawwaz Nur Alifah Author
  • Intan Asifa Dea Labora Purba Author
  • Nurul Saunah Author
  • Rafa Sabirah Author
  • Salwa Salsabilla Zulkarnain Author
  • Syifa Dwi Ajeng Restiana Author

DOI:

https://doi.org/10.70608/dses7028

Keywords:

Lemak, Pola Makan, Edukasi, Anak, Kesehatan

Abstract

Konsumsi makanan tinggi lemak merupakan salah satu faktor penyebab utama berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Meskipun tubuh membutuhkan lemak dalam jumlah kecil, asupan berlebih dapat meningkatkan risiko kesehatan. Makanan cepat saji dan tradisional yang tinggi lemak kini semakin mudah diakses, terutama oleh anak-anak, sehingga penting untuk memberikan edukasi dini tentang bahaya konsumsi lemak berlebih. Artikel ini bertujuan untuk membahas efektivitas sosialisasi mengenai bahaya makanan berlemak berlebih pada anak-anak kelas 5 SD Negeri Sukmajaya 5, Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pre-test, post-test, metode didaktik, kuesioner, angket, serta pendekatan interaktif seperti permainan, video edukasi, dan tanya jawab. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 87%, sementara 3% tetap stabil, dan 10% mengalami penurunan pemahaman, yang kemungkinan disebabkan oleh faktor kelelahan atau kurangnya konsentrasi. Kesimpulannya, sosialisasi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai bahaya lemak berlebih, jenis makanan tinggi lemak, dan pentingnya pola makan sehat. Namun, faktor kelelahan dan konsentrasi perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan serupa di masa depan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] P. J. Curtis, A. J. Adamson, and J. C. Mathers, “Effects on nutrient intake of a family-based intervention to promote increased consumption of low-fat starchy foods through education, cooking skills and personalised goal setting: the Family Food and Health Project,” Br. J. Nutr., vol. 107, no. 12, pp. 1833–1844, 2012.

[2] H. Mutiara, E. Apriliana, J. F. Suwandi, and N. Utami, “Screening pertumbuhan anak, edukasi tentang stunting serta pelatihan pemantauan pertumbuhan anak pada orang tua siswa sekolah dasar negeri di Provinsi Lampung dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan anak Indonesia,” JPM Ruwa Jurai, vol. 4, no. 1, pp. 36–41, 2019.

[3] A. Herawati, A. Sari, D. Santoso, F. B. A. Putra, G. G. Sitorus, and S. Setiawaty, “Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut melalui Media Pembelajaran Berbasis Interaktif pada Siswa SDN Mekarjaya 11 Kota Depok Tahun 2022,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas, vol. 1, no. 4, pp. 111–118, 2022.

[4] S. Salsabila, A. M. Hartoyo, A. Salsabila, and I. I. Isnaini, “Edukasi Gizi Seimbang Melalui Permainan di SDN 6 Desa Mata Lamokula Kecamatan Moramo Utara,” Veompuh Journal, vol. 1, no. 1, 2024.

[5] G. Osei-Assibey et al., “The influence of the food environment on overweight and obesity in young children: a systematic review,” BMJ Open, vol. 2, no. 6, p. e001538, 2012.

[6] A. Mahendra et al., “Penyuluhan Edukasi Jajanan Sehat Dalam Upaya Meningkatkan Kesadaran Pada Anak Usia Sekolah Dasar Pada Anak Panti Asuhan Yayasan Talenta Delpita,” Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 6, pp. 11860–11864, 2024.

[7] H. Hartaty and M. K. Menga, “Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat,” Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 1, no. 1, pp. 16–21, 2022.

[8] K. Bissell, K. Baker, S. E. Pember, X. Zhang, and Y. Yang, “Changing the face of health education via health interventions: social ecological perspectives on new media technologies and elementary nutrition education,” Health Commun, 2019.

[9] F. Sirasa, L. Mitchell, A. Azhar, A. Chandrasekara, and N. Harris, “A 6-week healthy eating intervention with family engagement improves food knowledge and preferences but not dietary diversity among urban preschool children in Sri Lanka,” Public Health Nutr, vol. 24, no. 13, pp. 4328–4338, 2021.

[10] P. Moitra, J. Madan, and P. Verma, “Impact of a behaviourally focused nutrition education intervention on attitudes and practices related to eating habits and activity levels in Indian adolescents,” Public Health Nutr, vol. 24, no. 9, pp. 2715–2726, 2021.

[11] K. H. Hart, J. A. Bishop, and H. Truby, “An investigation into school children’s knowledge and awareness of food and nutrition,” Journal of Human Nutrition and Dietetics, vol. 15, no. 2, pp. 129–140, 2002.

[12] L. Haerens, I. De Bourdeaudhuij, L. Maes, C. Vereecken, J. Brug, and B. Deforche, “The effects of a middle-school healthy eating intervention on adolescents’ fat and fruit intake and soft drinks consumption,” Public Health Nutr, vol. 10, no. 5, pp. 443–449, 2007.

[13] A. R. Pereira and A. Oliveira, “Dietary interventions to prevent childhood obesity: a literature review,” Nutrients, vol. 13, no. 10, p. 3447, 2021.

[14] M. W. Murimi, A. F. Moyeda-Carabaza, B. Nguyen, S. Saha, R. Amin, and V. Njike, “Factors that contribute to effective nutrition education interventions in children: a systematic review,” Nutr Rev, vol. 76, no. 8, pp. 553–580, 2018.

[15] R. Jusriani, “Edukasi Gizi Seimbang Pada Anak Sekolah Dasar,” Locus Penelitian Dan Abdimas, vol. 1, no. 1, 2023.

[16] K. Deani, R. K. T. Herlambang, T. A. Sarjana, R. E. Werdani, and H. B. P. Putra, “Pentingnya Gizi Seimbang Untuk Tumbuh Kembang Anak Di Kelurahan Tembalang: Upaya Edukasi Gizi Di Sekolah Dasar,” PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat), vol. 3, no. 01, pp. 448–454, 2025.

[17] A. Avery, C. Anderson, and F. McCullough, “Associations between children’s diet quality and watching television during meal or snack consumption: A systematic review,” Matern Child Nutr, vol. 13, no. 4, p. e12428, 2017.

[18] A. S. Anderson et al., “The impact of a school-based nutrition education intervention on dietary intake and cognitive and attitudinal variables relating to fruits and vegetables,” Public Health Nutr, vol. 8, no. 6, pp. 650–656, 2005.

[19] S. M. Gould and J. Anderson, “Using interactive multimedia nutrition education to reach low-income persons: an effectiveness evaluation,” J Nutr Educ, vol. 32, no. 4, pp. 204–213, 2000.

[20] A. Al Jawaldeh and H. Al-Jawaldeh, “Fat intake reduction strategies among children and adults to eliminate obesity and non-communicable diseases in the Eastern Mediterranean Region,” Children, vol. 5, no. 7, p. 89, 2018.

[21] S. Burhanuddin, J. Juhanis, M. I. M. Aziz, A. S. Jahrir, and A. Awaluddin, “Peningkatan Kesadaran Kebugaran Jasmani dan Status Gizi pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Makassar.,” MALLOMO: Journal of Community Service, vol. 4, no. 2, pp. 236–242, 2024.

Downloads

Published

23-12-2024

How to Cite

[1]
“Efektivitas Edukasi Interaktif dalam Meningkatkan Kesadaran Siswa Sekolah Dasar tentang Bahaya Konsumsi Makanan Tinggi Lemak”, j. andara pengabdi. kpd. masy., vol. 1, no. 2, pp. 16–20, Dec. 2024, doi: 10.70608/dses7028.