Evaluasi Kedisiplinan Pengambilan Resep Ulang Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit X Jakarta Utara: Studi Metode Campuran

Authors

  • Marintan Simanullang Universitas Global Jakarta Author
  • Benny Efendie Universitas Global Jakarta Author
  • Ahda Sabila Universitas Global Jakarta Author
  • Alhara Yuwanda Universitas Global Jakarta Author
  • Nopratilova Nopratilova Universitas Global Jakarta Author
  • Rizky Farmasita Universitas Global Jakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.70608/bd16jx10

Keywords:

Evaluasi, Disiplin, Kepatuhan, Tuberkulosis, Pasien

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dikenal sebagai Bakteri Tahan Asam (BTA). Pengobatan tuberkulosis diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat, dengan jumlah yang cukup dan dosis yang tepat selama 6-8 bulan agar semua bakteri dapat dibunuh. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain studi kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang disiplin adalah mereka yang rutin mengambil obat setiap bulannya tanpa melewatkan jadwal pengambilan obat. Sebaliknya, ketidakdisiplinan pasien terlihat pada mereka yang tidak rutin mengambil obat setiap bulan. Berdasarkan uji Spearman, disimpulkan bahwa ada hubungan antara variabel kedisiplinan dan kepatuhan. Disiplin dalam pengambilan resep ulang masih rendah, yaitu 31 pasien tidak disiplin dan 26 pasien disiplin. Kepatuhan pasien diukur menggunakan MMAS, dengan hasil rendah pada 47 pasien, sedang pada 9 pasien, dan tinggi hanya pada 1 pasien. Hal ini menunjukkan bahwa kepatuhan pasien masih sangat minim.

References

Amalia D. Tingkat Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Paru Dewasa Rawat Jalan di Puskesmas Dinoyo. J Chem Inf Model. 2020;53(9):1689–99.

Anggraeni, d. e, Rahayu, S.r, gejala Klinis Tuberculosis Pada Keluarga Penderita tuberculosis BTA Positif. Vol 2(1): 91-101. 2018.

H.Syamsunie Carsel HR. Metodologi Penelitian Kesehatan dan Pendidikan. 1st ed. Andriani A, editor. Yogyakarta: Penebar Media Pustaka; 2018. 93p.

Irianti Tatang, Kuswandi, Nanang Munif yasin RA. Anti-Tuberculosis. grafika indah. Yogyakarta; 2017.

Kristini DT, Hamidah R, Potensi Penularan Tuberculosis Paru Pada Anggota Keluarga penderita. Semarang, Jawa Tengah. Vol 15. Hal 3 2020.

Lolo LL, Razak ABD, Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum obat pada Pasien Tuberculosis Paru Dalam Tinjauan Studi Cross Sectional, Palopo, Sulawesi Selatan. Vol 4. Hal 2. 2021

Marsha A. Raebel, Schmittdiel J, Karter AJ, Konieczny JL, Steiner JF. Standardizing terminology and definitions of medication adherence and persistence. Med Care. 2013;51(303):S11–21.

Nursia A, Ramli, Rahman H, Penularan Tuberculosis Paru dalam Anggota Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Siko Kota Ternate , Maluku Utara, Vol 4 Hal 4, 2022.

Romdlon Fauzi KN. Apoteker Hebat,Terapi Taat,Pasien Sehat. Panduan Simpel Mengelola Kepatuhan Terapi. 1st ed. Yogyakarta: Stiletto Book; 2021. 5–6p.

Setiawan E. Artikel Medication Adherence : Sebuah Konsep , Fakta , dan Realita Artikel. Bul Rasional. 2014;11(4):29–32.

Downloads

Published

2024-05-12

How to Cite

Evaluasi Kedisiplinan Pengambilan Resep Ulang Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit X Jakarta Utara: Studi Metode Campuran. (2024). Journal of Pharmacy and Halal Studies, 1(2), 13-16. https://doi.org/10.70608/bd16jx10