Formulasi dan Uji Efektivitas Hand SanitizerEkstrak Kulit Pisang Cavendish (Musa Cavendishii Lamb.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

Authors

  • Asteria Seli Universitas Global Jakarta Author
  • Dewi Rahmawati Universitas Global Jakarta Author
  • Nopratilova Nopratilova Universitas Global Jakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.70608/43d13k69

Keywords:

Hand sanitizer, Pisang cavendish (musa cavendishii Lamb.), antibakteri, Staphylococcus aureus

Abstract

Indonesia merupakan penghasil pisang terbesar, seiring dengan tingginya produktivitas buah pisang maka jumlah kulit pisang ikut meningkat. Saat panen pisang, bagian kulit, batang dan daun pisang hanya dibuang saja tanpa pengolahan lebih lanjut. Hal ini yang menyebabkan potensi limbah kulit pisang yang cukup besar sehingga perlu adanya penanggulangan pada kulit pisang agar memiliki nilai baik. Kandungan di dalam kulit pisasang antara lain karbohidrat, protein, lemak, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin B, dan C. Kulit pisang juga memiliki kandungan kimia seperti saponin, kuinon, flavonoid dan tannin yang dapat menghambat aktivitas bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan uji efektivitas hand sanitizer ekstrak kulit pisang cavendish (Musa cavendishii Lamb.) terhadap bakteri (Staphylococcus aureus). Formulasi hand sanitizer ekstrak kulit pisang cavendish dengan konsentrasi 5%, 10% dan 20% dilakukan penelitian dengan metode eksperimental laboratorium. Pengujian mutu hand sanitizer diharapkan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-2588. Pengujian mutu meliputi organoleptik, pH, uji homogenitas dan pengujian aktivitas antibakteri. Hasil pengujian mutu hand sanitizer pada konsentrasi 5%, 10% dan 20% memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan SNI. Hasil uji efektivitas hand sanitizer ekstrak kulit pisang cavendish menggunakan metode difusi agar dengan cara cakram dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5%, 10 % dan 20 % termasuk dalam kategori kuat.

References

H. Nugraheni, B. Widjanarko, and K. Cahyo, “Praktek Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Semarang,” J. Promosi Kesehat. Indones., vol. 5, no. 2, pp. 108–119, 2018.

S. K. R. Purba, “Uji Daya Hambat Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus,” Indones. J. Med. Lab., vol. 1, no. 1, pp. 37–43, 2020.

I. N. Purnama, M. Sarma, and M. Najib, “Strategi peningkatan pemasaran mangga di pasar internasional,” J. Hortik., vol. 24, no. 1, pp. 85–93, 2014.

D. A. Setyawardhani and C. M. Saputri, “Pembuatan dan Uji Organoleptik Hand Sanitizer dari Daun Mangga (Mangifera indica) dengan Metode Maserasi,” Equilib. J. Chem. Eng., vol. 4, no. 1, pp. 1–7, 2021.

M. Nurhajanah, L. Agussalim, S. Z. Iman, and T. L. Hajiriah, “Analisis kandungan antiseptik daun kopasanda (Choromolaena odorata) sebagai dasar pembuatan gel pada luka,” Biosci. J. Ilm. Biol., vol. 8, no. 2, pp. 284–293, 2020.

Downloads

Published

2024-05-12

How to Cite

Formulasi dan Uji Efektivitas Hand SanitizerEkstrak Kulit Pisang Cavendish (Musa Cavendishii Lamb.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. (2024). Journal of Pharmacy and Halal Studies, 1(2), 8-12. https://doi.org/10.70608/43d13k69